topbella

Jumat, 04 Maret 2016

INTERNET



Kata “Internet” merupakan kata yang tidak asing lagi bagi seluruh masyarakat dari berbagai kalangan. Internet telah dikenal secara global. Internet memiliki arti penting di zaman modern ini. Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut mengenai internet, di bawah ini akan dijelaskan hal-hal mengenai internet.
A.    Pengertian Internet
Internet merupakan singkatan dari interconnection-networking, yaitu seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol).  Internet merupakan sebuah jaringan computer yang saling terhubung ke seluruh dunia tanpa batas waktu, territorial, hukum, maupun budaya.

B.    Sejarah Internet
Internet pertama kali dikemukakan oleh J.C.R Licklider dari MIT Massachutts Institute of Technology pada bulan Agustus 1962. Konsep awal dinamakan “Galactic Network”. Ia mengemukakan tentang jaringan global yang memungkinkan orang dapat mengakses data dan program dari mana saja. Pada bulan Oktober 1962 beliau mengepalai program penelitian komputer di ARPA yang merupakan bagian dari Departmenet Pertahanan Amerika Serikat.
Pada 1965 peneliti dari MIT bernama Lawrence G. Roberts sering juga disebut Larry Roberts dan Thomas Merill melakukan koneksi komputer TX-2 di MIT dengan komputer Q-32 di California menggunakan jalur telpon berkecepatan rendah untuk menciptakan jaringan berskala luas untuk pertama kalinya.
Pada tahun 1966 Larry Roberts mengembangkan konsep jaringan komputer/ Kemudian beliau merencanakan jaringa yang disebut ARPANET yang dipublikasikan pada tahun 1967. Pada tahun 1969 ARPANET telah melibatkan empat buah komputer yang terkoneksi. Komputer pertama berada di university of California Los Angelos, komputer ke dua berada di Stanford Research Institute, komputer ketiga berada di University of California Barbara dan koputer ke emat berada di University Utah.
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
C.    Perkembangan Internet
Internet telah membuat revolusi baru dalam dunia komputer dan dunia komunikasi yang tidak pernah diduga sebelumnya. Beberapa Penemuan telegram, telepon, radio, dan komputer merupakan rangkaian kerja ilmiah yang menuntun menuju terciptanya Internet yang lebih terintegrasi dan lebih berkemampuan dari pada alat-alat tersebut. Internet memiliki kemampuan penyiaran ke seluruh dunia, memiliki mekanisme diseminasi informasi, dan sebagai media untuk berkolaborasi dan berinteraksi antara individu dengan komputernya tanpa dibatasi oleh kondisi geografis.
Internet merupakan sebuah contoh paling sukses dari usaha investasi yang tak pernah henti dan komitmen untuk melakukan riset berikut pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Dimulai dengan penelitian packet switching (paket pensaklaran), pemerintah, industri dan para civitas academica telah bekerjasama berupaya mengubah dan menciptakan teknologi baru yang menarik ini.
D.     Perkembangan Internet di Indonesia
Jaringan Internet masuk ke indonesia pada akhir tahun 1980-an jaringan yang menghubungkan lima universitas dengan fasilitas dial up yang disebut sebagai UniNet. kelima universitas itu adalah Universitas Indonesia, Universitas Terbuka, Institute Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, dan institute Teknologi Sepuluh November. namun jaringan ini tidak berkembang karena kurangnya infrastuktur yang memadai. berikut ini adalah perkembangan internet di indonesia.
1.                  Tahun 1986 – 1987, bermula pada munculnya tulisan tulisan awal mengenai internet di indonesia yang berasal dari kegiatan di radio amatir, khususnya di Amatir Radio Club (ARC) ITB. dengan bermodal pada pesawat transceiver HF Kenwood TS430 dengan menggunakan komputer Apple II, belasan aanak muda ITB mempelajari paket radio pada band 40 m yang kemudian didorong pada TCP/IP. para pelaku radio amatir indonesia mengaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS), yang juga merupakan jaringan e-mail store and foward yang menghubungkan banyak “Server” BBS radio amatir seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar.
2.                  Tahun 1989 – 1990, berawal dari mailing list pertama, yaitu indonesia@janus.berkeley.edu yang merupakan tempay diskusi diskusi antar mahasiswa mahasiswa indonesia yang berada di luar negeri. dari sinilah pemikiran algternatif beserta  engan kesadaran masyarakat mulai tumbuh. pola mailing list ini mulai berkembang dengan pesat, terutama pada host server ITB dan egroups.com. mailing list akhirnya berkembang menjadi salah satu sarana yang sangant stategis dalam pembangunan komunitas internet di indonesia. pada awal tahun 1990, komunitas antara Onno W.Purbo, yang saat itu berada di kanada dengan panggilan YC1DAV/VE3, dengan rekan rekan radio amatir di indonesia dilakukan dengan menggunakan jaringan radio amatir ini. dengan menggunakan peralatan PC/XT dan walkie talkike berukuran 2 meter, dengan menggunakan jaringan radio amatir ini kaomunikasi antara Indonesia dengan Kanada dapat dilakukan dengan lancar.
3.                  Tahun 1992 – 1994. teknologi paket radio TCP/IP yang diadopsi oleh BPPT, LAPAN, UI, dan ITB kemudian menjadi tumpuan paguyuban Net. AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) menggunakan IP pertama di internat yang dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP 44.132. BPPT mengoperasikan gateway paket radio yang bekerja pada band 70 cm dengan menggunakan PC 386 dan sistem operasi DOS, yang menjalankan program NOS yang digunakan sebagai gateway paket radio TCP/IP.
Tahun 1994 – 1995. pada tahun ini mulai beroperasi ISP komersial pertama di indonesia, yaitu IndoNet. sambungan awal ke internet dilakukan dengan menggunakan dial up oleh IndoNet. pada walnya akses pada IndoNet menggunakan mode teks dengan Shell Account , browser lyxn, dan e-mail client pipe pada server AIX. mulai pada tahun 1995, beberapa BBS di indonesia, seperti Clarissa, menyediakan jasa akses telnet ke luar negeri dengan menggunakan remote browser lynx di AS, pemakaina internat di indonesia dapat mengakses internet (HTTP). sejak tahun 1994, internet masuk ke Indonesia dengan Top Level Domain ID (TLD ID) primar yang dibangun di server UUNET USA, selanjutnya dipindahkan ke server ADFA. domain tingkat dua atau SLD (Second Laval Domain) dibangun pula untuk mendaftar domain ac.id, co.id, go.di, dan or.id. untuk terkoneksi ke jaringan internet diperlukan penyediaan jasa layanan akses internet yang disebut ISP (Internet Service Provider). di Indonesia ISP resmi yang memperoleh izin dari komenkominfo berada di naungan APJII (ASosiasi Penyelengara Jasa Internet Indonesia). APJII terbentuk pada musyawarah nasional pertama tanggal 15 mei 1996, yang tugasnya melakukan beberapa kunci program yang dinilai strategis untuk pengembangan jaringan internet indonesia.
E.     Cloud Computing

Diagram konsepsual dari Komputasi awan
Cloud computing (dalam bahasa Indonesia komputasi awan) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan")  tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."
Teknologi komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.
Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud.

F.     Perkembangan Cloud Computing di Indonesia
Indonesia sudah menggunakan atau memanfaatkan teknologi komputasi awan, seperti telekomunikasi, bahkan yang saat ini sedang trend seperti gojek, mereka menggunakan teknologi komputasi awan, custumer mendownload aplikasi gojek untuk memesan tukang ojek di play store kemudian server akan menerima pesanan tersebut. Tentu saja mereka menggunakan koneksi internet inilah contoh mudah penggunaan teknologi komputasi awan atau cloud computing itu tadi.
Menurut beberapa ahli salah satu hambatan perkembangan komputasi awan di Indonesia adalah telah terjadi salah persepsi terhadap penggunaan layanan komputasi awan itu sendiri, karena banyak yang mengartikan bahwa layanan komputasi awan hanya digunakan sebagai media back up untuk sistem yang sedang berjalan. Padahal sebenarnya layanan komputasi awan tersebut tidak sekedar digunakan sebagai back up namun sesungguhnya dengan memanfaatkan layanan awan atau cloud, sebuah perusahaan seharusnya mampu menekan biaya pengembangan secara signifikan. Layanan cloud ini dikatakan dapat difungsikan atau digunakan untuk pengembangan sistem informasi yang lebih aman, dapat setiap saat diakses dimanapun anda berada, dan yang paling penting adalah pengguna korporasi tidak perlu membangun infrastruktur sekaligus menyediakan lokasi untuknya seperti pengadaan data center atau data colocation.
Dengan melalui layanan cloud ini, pengguna dapat melakukan penerapan aplikasi yang ingin digunakannya menggunakan metode virtualisasi. Namun saat ini Indonesia telah mengembangkan layanan cloud computing ini agar tidak ketinggalan, misalnya ada biznet yang meluncurkan viznet cloud, kemudian perusahaan telekomunikasi Indonesia seperti telkom juga ikut berinovasi dengan mengembangkan infrastruktur untuk layanan konputasi awan yang disebut dengan telkom cloud. Selain itu banyak juga software perusahaan indonesia yang mengembangkan layanan komputasi awan ini misalnya software untuk mengatur keuangan anda dengan berbasis android amplop.in dan ngaturduit.com. yang lebih jelas didepan anda adalah pemakaian aplikasi gojek, bahkan saat ini setelah kemunculan pesanan ojek melalui aplikasi berbasis android, penyedia jasa layanan transportasi ikut mengembangkan layanan ini seperti bajaj, taxy, dan lain sebagainya.
Hal ini merupakan awal perkembangan komputasi awan di Indonesia yang nantinya sisi bisnis apapun akan menggunakan layanan cloud computing karena dirasa lebih menguntungkan dengan membaiknya distribusi bandwith di Indonesia maka ini akan menjadi faktor penentu perkembangan komputasi awan di Indonesia. Kabarnya pemerintah akan ikut andil mendorong berkembangnya layanan komputasi awan ini di negara Indonesia yang akan memberikan dukungan positif pada pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini dibuktikanya dengan adanya UU perlindungan pemanfaatan teknologi di Indonesia. Menurut pemerintah cloud computing akan memberikan nilai tambah yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, ekonomi nasional akan tumbuh menjadi besar dan dapat mengurangi kebocoran dana yang terjadi selama ini.
Bagi pemerintah komputasi awan merupakan suatu teknologi baru yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya teknologi informasi dan komunikasi karena layanan komputasi awan ini menggabungkan pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan jaringan . teknoogi ini diharapkan memberikan banyak perubahan dalam bentuk transformasi masyarakat menuju e- masyarakat atau dalam bentuk khusus misalnya transformasi usaha kecil dan menengah. Hal ini ditunjukannya semakin banyak perusahaan yang memakai layanan komputasi awan, maka perusahaan komputasi awanpun mulai berkembang di Indonesia.
Tingginnya potensi pasar Cloud Computing di Indonesia, menjadikan delapan perusahaan yang bergerak di bidang Information Technology (IT) secara resmi mengumumkan kerja sama untuk menyediakan solusi total cloud services secara end-to-end sesuai kebutuhan pelanggan.
Delapan perusahaan tersebut antara lain: Multipolar Technology, Sisindokom Lintasbuana, Mastersystem Infotama, Logicalis Metrodata Indonesia, Expert Data Voice Solution, Kayreach System, Sinergy Informasi Pratama, dan Revo Solusindo. Ekspansi delapan perusahaan tersebut didukung penuh oleh Cisco System Indonesia selaku pemimpin dalam penyediaan teknologi cloud di tingkat global dan Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) selaku penyedia cloud services.
Era Big Data telah mendorong pertumbuhan solusi cloud computing yang kemudian oleh para pelaku bisnis, digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung pertumbuhan industri nasional. Potensi pasar cloud computing di Indonesia juga sangat besar. Sebagai contoh, Lembaga riset Internasional Data Corporation (IDC) sendiri memprediksi nilai total pasar cloud Indonesia pada tahun 2016 akan mencapai US$308 juta dan meningkat mencapai US$ 378 juta pada tahun 2017 dengan tingkat pertumbuhan sekitar 22%-36% setiap tahunnya.
Sumber :
https://ichanafisah.wordpress.com/2013/10/05/perkembangan-internet-di-indonesia/
http://www.artikeltik.com/sejarah-internet.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan
http://pengertiandansejarah.blogspot.co.id/
http://cahyoikhsan.blogspot.co.id/2014/11/sejarah-dan-perkembangan-internet-di.html



0 komentar:

Posting Komentar

About Me