A.
Definisi
E-Learning
E-learning adalah suatu sistem atau
konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar
mengajar. Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber:
1. Pembelajaran yang menggunakan jasa elektronika sebagai
alat bantunya. E-learning memang merupakan suatu teknologi pembelajaran yang
yang relatif baru di Indonesia (Tafiardi, 2005).
2. Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan
sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran
(Michael, 2013:27).
3. Proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan
prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
4.
Sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana
untuk proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka
secara langsung antara guru dengan siswa (Ardiansyah, 2013).
Istilah e-learning dapat
didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di
bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya.
Istilah e-learning digunakan sebagai
istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha
pengajaran lewat teknologi elektronik internet. Oleh karena itu, istilah
e-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat sebuah transformasi
proses belajar mengajar yang ada di sekolah/universitas ke dalam bentuk digital
yang dijembatani oleh teknologi internet (Purbo & Hartanto, 2002).
Dengan demikian, e-learning itu
dapat diartikan sebagai suatu sistem dalam pembelajaran yang mengacu pada penggunaan
teknologi informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan
karakteristik-karakteristik seperti memanfaatkan jasa teknologi, memanfatkan
keunggulan komputer, menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri, dan
memanfaatkan jadwal belajar yang dapat dilihat pada komputer, serta memberikan
fasilitas yang dapat diakses oleh pengajar dan peserta didik/mahasiswa secara
pribadi
B.
Karakteristik E-learning
Menurut Rosenberg (2001)
karakteristik E-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki
secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing
pembelajaran dan informasi.
Karakteristik E-learning menurut
Nursalam (2008:135) adalah:
1.
Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
2.
Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan
komputer networks)
3. Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self
learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh
doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil
kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan
dapat dilihat setiap saat di komputer.
C.
Komponen e-learning
Komponen yang membentuk e-learning
(Romisatriawahono, 2008) adalah:
1.
Infrastruktur e-learning
Infrastruktur e-learning merupakan
peralatan yang digunakan dalam e-learning yang dapat berupa Personal Computer
((PC), yakni komputer yang dimiliki secara pribadi (Febrian, 2004)), jaringan
komputer (yakni, kumpulan dari sejumlah perangkat berupa komputer, hub, switch,
router, atau perangkat jaringan lainnya yang terhubung dengan menggunakan media
komunikasi tertentu (Wagito, 2005)), internet (merupakan singkatan dari
Interconnection Networking yang diartikan sebagai komputer-komputer yang
terhubung di seluruh dunia (Febrian, 2004)) dan perlengkapan multimedia
(alat-alat media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri
dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi
(Febrian, 2004)). Termasuk di dalamnya peralatan teleconference (pertemuan
jarak jauh antara beberapa orang yang fisiknya berada pada lokasi yang berbeda
secara geografis (Febrian, 2004)) apabila kita memberikan layanan synchronous
learning yakni proses pembelajaran terjadi pada saat yang sama ketika pengajar sedang
mengajar dan murid sedang belajar melalui teleconference.
2.
Sistem dan aplikasi e-learning
Sistem dan aplikasi e-learning yang
sering disebut dengan Learning Management System (LMS), yang merupakan sistem
perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional
untuk administrasi, dokumentasi, laporan suatu program pelatihan, ruangan kelas
dan peristiwa online, program e-learning, dan konten pelatihan (Ellis, 2009)),
misalnya, segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar
mengajar seperti bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum
diskusi, sistem penilaian (rapor), serta sistem ujian online yang semuanya
terakses dengan internet.
3.
Konten e-learning
Konten e-learning merupakan konten
dan bahan ajar yang ada pada e-learning sistem (Learning Management System).
Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk misalnya Multimedia-based Content
(konten berbentuk multimedia interaktif seperti multimedia pembelajaran yang
memungkinkan kita menggunakan mouse, keyboard untuk mengoperasikannya) atau
Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran yang ada
di wikipedia.org, ilmukomputer.com, dsb.). Biasa disimpan dalam Learning
Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh peserta didik kapan pun
dan dimana pun.
Sedangkan ’aktor’ yang ada dalam
pelaksanakan e-learning boleh dikatakan sama dengan proses belajar mengajar
konvensional, yaitu perlu adanya pengajar (dosen) yang membimbing siswa
(mahasiswa) yang menerima bahan ajar dan administrator yang mengelola
administrasi dan proses belajar mengajar.
D.
Fitur E-learning
E-learning
memiliki fitur-fitur sebagai berikut (Clark & Mayer, 2008, p. 10):
1.
Konten yang relevan dengan tujuan
belajar
2.
Menggunakan metode instruksional seperti
contoh dan praktek untuk membantu belajar.
3. Menggunakan elemen media seperti kalimat
dan gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar.
4. Pembelajaran dapat secara langsung
dengan instruktur (synchronous) ataupun belajar secara individu (asynchronous).
5.
Membangun wawasan dan teknik baru yang
dihubungkan dengan tujuan belajar.
E.
Fasilitas-fasilitas yang ada dalam E-learning
E-Learning yang lengkap akan memiliki
fasilitas-fasilitas sebagai berikut:
a.
E-Lectures
E-Lectures merupakan fasilitas yang
menyediakan presentasi mengenai konsep atau teknik dasar yang dibutuhkan
pebelajar.
b.
Discussion Forum
Discussion Forum merupakan tempat interaksi antar
pebelajar dan pengajar.
c.
Ask an Expert
Fasilitas Ask an Expert menyediakan para ahli yang
terkait dengan bahan ajar yang di ajarakan. Pebelajar dapat mengakses pakar
dalam materi yang di ajarkan secara on-line.
d.
Mentorship
Fasilitas ini menyediakan pembimbing on-line mengenai
materi yang spesifik.
e.
Local Learning fasilitator or tutor support
Penyediaan fasilitator lokal atau dosen lokal uang dapat
memberikan pertemuan tatap muka.
f.
Access to network resources
Fasilitas ini berisikan bahan bacaan tambahan yang relevan
dengan mata kuliah.
g. Ructured
group activitySt
Fasilitas ini berisikan kegiatan kelompok yang terstruktur
seperti diskusi kelompok kecil, seminar, presentasi kelompok.
h.
Informal peer interaction
Fasilitas ini menyediakan tempat untuk interaksi antar
pebelajar melalui e-mail atau chatt-room.
F.
Elemen E-learning
Definisi
e-learning memiliki beberapa elemen tentang apa, bagaimana, dan mengapa dari e-learning (Clark &
Mayer, 2008, p. 10):
1.
Apa. E-learning memasukkan baik konten, yaitu
informasi, dan metode instruksional, yaitu teknik, yang membantu orang
mempelajari konten belajar.
2. Bagaimana. E-learning didistribusikan melalui
komputer dalam bentuk kalimat dan gambar. Pendistribusiannya dapat dalam bentuk
asynchronous yang didesain untuk belajar secara individu dam dalam synchronous
yang didesain dengan bimbingan dari instruktur secara langsung.
3. Mengapa. E-learning ditujukan untuk membantu
pelajar mencapai tujuan belajarnya atau melakukan pekerjaannya.
G.
Aspek Penting dalam E-learning
1. E-learning menciptakan solusi belajar formal
dan informal. Salah satu kesalahan berpikir tentang e-learning adalah
e-learning hanya menciptakan sistem belajar secara formal, seperti dalam bentuk
kursus. Namun faktanya adalah saat ini 80% pembelajaran didapat secara
informal. Banyak orang saat beraktivitas sehari-hari dan menghadapi suatu
masalah membutuhkan solusi secepatnya. Dalam hal ini, e-learning haruslah
memiliki karakteristik berikut: a. just in time –tersedia untuk
pengguna ketika mereka membutuhkannya untuk menyelesaikan tugasnya. b. on-demand
– tersedia setiap saat. c. bite-sized – tersedia dalam ukuran
yang kecil agar dapat digunakan secara cepat.
2. E-learning menyediakan akses ke berbagai
macam sumber pembelajaran baik itu konten ataupun manusia. Kesalahan lainnya
dalam berpikir tentang e-learning bahwa e-learning hanya membuat konten saja.
Sebenarnya e-learning adalah sebuah aktivitas sosial. E-learning menyediakan
pengalaman belajar yang kuat melalui komunitas online pengguna
e-learning. Karena manusia adalah makhluk sosial, jadi ada banyak kesempatan
untuk berkomunikasi, berkolaborasi, dan berbagi ilmu antara sesama pengguna
e-learning.
3.
E-learning mendukung sekelompok orang
atau grup untuk belajar bersama. E-learning bukan aktivitas individu saja,
tetapi juga mendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar bersama, baik
untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berbagi ilmu, dan membentuk sebuah
komunitas online yang dapat dilakukan secara langsung (synchronous)
atau tidak langsung (asynchronous).
4. E-learning membawa pembelajaran kepada
pelajar bukan pelajar ke pembelajaran. Bentuk pembelajaran tradisional bahwa
pelajar harus pergi keluar untuk mencari pembelajaran mereka sendiri. Sedangkan
Model e-learning disebut juga Pull Model of Learning (Knight, 2005, p.
11).
G.
Model Pengembangan E-Learning
Terdapat
beberapa model pengembangan e-learning. Menurut Jolliffe, dkk., terdapat
dua model utama yakni the mental model dan the cognitif
apprenticeship model.
1.
The Mental Model
(Model Mental).
The mental models are the conceptual and operasional
representations that people develop as they interact with complex systems.
Mental model are thouhgt to consist of an awareness of the various component of
a systems and are assesed using a variety of method including problem solving,
troubleshooting performance, information retention over time, observation and
user predictions regarding performance (Jolliffe dkk,
2001: 22).
Model mental diartikan sebagai penyajian-penyajian
konseptual dan operasional yang dikembangkan ketika orang berhubungan dengan
sistem yang kompleks. Model-model mental merupakan pemikiran yang terdiri atas
kesadaran terhadap berbagai komponen dari suatu sistem dan dievaluasi
menggunakan berbagai metode termasuk pemecahan masalah, mencari dan memecahkan
persoalan, ingatan informasi, pengamatan dan prediksi pengguna (user)
terhadap pengetahuan capaian. Model mental nampak lebih dari sekedar peta
struktural dari berbagai komponen.
Terdapat beberapa komponen dalam model mental antara
lain :
a.
Structural knowledge
Merupakan pengetahuan
tentang konsep struktur domain pengetahuan dan diukur melalui jaringan dan peta
atau lingkaran-lingkaran konsep. Metode ini berasumsi bahwa pengetahuan dapat
dibentuk menggunakan simbol.
b.
Performance knowledge
Bertujuan untuk menilai
pengetahuan capaian dimana pebelajar diberi tugas-tugas pemecahan masalah untuk
menguji kesan visual mereka.
c.
Reflective knowledge
Disini pebelajar bisa
menunjukkan kepada yang lain bagaimana cara melaksanakan suatu tugas tertentu.
Dengan cara ini, pebelajar pertama harus membuat daftar perintah, deskripsi
tugas dan diagram alur untuk menmguji gambaran mentalnya.
d.
Image of system
Merupakan kenyataan
dari model pebelajar yang khas dinilai dengan meminta pebelajar untuk
mengartikulasikan dan memvisualisasikan bentuk-bentuk fisik.
e.
Metaphor
Seperti juga
gambar-gambar, pembelajar akan sering menghubungkan sistem baru dengan
pengetahuan ada sehingga dapat dilihat orang lain.
f.
Executive knowlegde
Bertujuan untuk
memecahkan permasalahan, pembelajar harus mengetahui kapan mengaktifkan dan
menerapkan sumber daya kognitif yang diperlukan.
2.
The Cognitif Apprenticeship Model (Model
Belajar Magang Kognitif)
Cognitive apprenticeship is based on various
conditions for learning, for example : learning takes place within a context of
meaningfull, ongoing activities with a need for learners to receive immediate
feedback on their success; other people can and do serves oa models for
imitative learning and provide structure to and connections betwen learners’
experiences; the concept of learning being fungtional; and the idea that
the need for and purpose for learning are often explicitly stated (Jolliffe
dkk, 2001: 23).
Model belajar magang kognitif berdasarkan pada berbagai
kondisi-kondisi belajar misalnya belajar berlangsung dalam konteks aktivitas
yang berkelanjutan, penuh arti dimana pembelajar perlu menerima umpan balik
segera. Orang lain dapat bertindak sebagai model-model yang menyediakan bentuk
yang dihubungkan dengan pengalaman pembelajar; konsep belajar fungsional dengan
tujuan belajar yang tegas.
Model belajar magang tradisional biasanya memberi
peluang untuk latihan. Karakteristik model belajar ini antara lain: gagasan
bahwa pekerjaan adalah daya penggerak, dan penguasaan progresif terhadap
tugas-tugas dihargai sebagai nilai penyelesaian pekerjaan;
ketrampilan-ketrampilan tertentu diawali dengan belajar tugas; belajar
dipusatkan pada capaian (perfomance) dan kemampuan untuk melakukan sesuatu; dan
standar pencapaian diaktualisasikan dalam pekerjaan nyata.
Sesuatu yang dapat dijadikan teladan dalam
metodologi belajar tradisional yakni menyediakan satu dasar pijakan untuk
penggunaan model belajar magang kognitif dalam pengembangan materi print dan
Web-based. Model ini mengabaikan perbedaan-perbedaan antara pendidikan dan
pelatihan dan membantu pembelajar untuk menjadi seorang ahli
Sihabudin
dalam http://ejournal.sunanampel.ac.id/index.php/Nizamia/article/view/301
menguraikan dua contoh model pengembangan e-learning yakni model pengembangan
e-learning dengan pendekatan knowledge Management (KM) dan model
pendekatan e-learning dengan pendekatan Moodle.
Manfaat e-learning (Smaratungga,
2009) terdiri atas 4 hal, yaitu:
a. Meningkatkan
kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur
(enhance interactivity).
Apabila dirancang secara cermat,
pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik
antara peserta didik dengan guru/instruktur, antara sesama peserta didik,
maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity).
Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. Tidak semua
peserta didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat, berani atau
mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan
pendapatnya di dalam diskusi. Mengapa?
Karena pada pembelajaran yang
bersifat konvensional, kesempatan yang ada atau yang disediakan
dosen/guru/instruktur untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat terbatas.
Biasanya kesempatan yang terbatas ini juga cenderung didominasi oleh beberapa
peserta didik yang cepat tanggap dan berani. Keadaan yang demikian ini tidak
akan terjadi pada pembelajaran elektronik. Peserta didik yang malu maupun yang
ragu-ragu atau kurang berani mempunyai peluang yang luas untuk mengajukan
pertanyaan maupun menyampaikan pernyataan/pendapat tanpa merasa diawasi atau
mendapat tekanan dari teman sekelas.
b.
Memungkinkan
terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place
flexibility).
Mengingat sumber belajar yang sudah
dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui
internet, maka peserta didik dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar
ini kapan saja dan dari mana saja. Demikian juga dengan tugas-tugas kegiatan
pembelajaran, dapat diserahkan kepada instruktur begitu selesai dikerjakan.
Tidak perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan
guru/instruktur.
Peserta didik tidak terikat ketat
dengan waktu dan tempat penyelenggaraan kegiatan pembelajaran sebagaimana
halnya pada pendidikan konvensional. Dalam kaitan ini, Universitas Terbuka
Inggris telah memanfaatkan internet sebagai metode/media penyajian materi.
Sedangkan di Universitas Terbuka Indonesia (UT), penggunaan internet untuk
kegiatan pembelajaran telah dikembangkan. Pada tahap awal, penggunaan internet
di UT masih terbatas untuk kegiatan tutorial saja atau yang disebut sebagai
“tutorial elektronik”.
c.
Menjangkau
peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a global
audience).
Dengan fleksibilitas waktu dan
tempat, maka jumlah peserta didik yang dapat dijangkau melalui kegiatan
pembelajaran elektronik semakin lebih banyak atau meluas. Ruang dan tempat
serta waktu tidak lagi menjadi hambatan. Siapa saja, di mana saja, dan kapan
saja, seseorang dapat belajar. Interaksi dengan sumber belajar dilakukan
melalui internet. Kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja
yang membutuhkan.
d. Mempermudah
penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as
well as archivable capabilities).
Fasilitas yang tersedia dalam
teknologi internet dan berbagai perangkat lunak yang terus berkembang turut
membantu mempermudah pengembangan bahan belajar elektronik. Demikian juga
dengan penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belajar sesuai dengan tuntutan
perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara periodik dan mudah. Di
samping itu, penyempurnaan metode penyajian materi pembelajaran dapat pula
dilakukan, baik yang didasarkan atas umpan balik dari peserta didik maupun atas
hasil penilaian instruktur selaku penanggung-jawab atau pembina materi
pembelajaran itu sendiri.
Pengetahuan dan keterampilan untuk
pengembangan bahan belajar elektronik ini perlu dikuasai terlebih dahulu oleh
instruktur yang akan mengembangkan bahan belajar elektronik. Demikian juga
dengan pengelolaan kegiatan pembelajarannya sendiri. Harus ada komitmen dari
instruktur yang akan memantau perkembangan kegiatan belajar peserta didiknya
dan sekaligus secara teratur memotivasi peserta didiknya.
E-learning mempermudah interaksi
antara peserta didik dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi
antara peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun antara sesama peserta
didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai
berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri
peserta didik. Guru atau instruktur dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan
tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik di tempat tertentu di
dalam web untuk diakses oleh para peserta didik. Sesuai dengan kebutuhan,
guru/instruktur dapat pula memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengakses bahan belajar tertentu maupun soal-soal ujian yang hanya dapat
diakses oleh peserta didik sekali saja dan dalam rentangan waktu tertentu pula.
Secara lebih rinci, Smaratungga
(2009) mengungkapkan manfaat e-learning yang dapat dilihat dari dua sudut
yaitu:
a.
Dari sudut peserta didik
Dengan
kegiatan e-learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang
tinggi. Artinya, peserta didik dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat
dan berulang-ulang. Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan instruktur
setiap saat. Dengan kondisi yang demikian ini, peserta didik dapat lebih
memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
Dengan
adanya kegiatan e-learning, beberapa manfaat yang diperoleh instruktur antara
lain adalah bahwa instruktur dapat:
1. lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar
yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan
yang terjadi,
2. mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna
peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih
banyak,
3. mengontrol kegiatan belajar peserta didik. Bahkan
instruktur juga dapat mengetahui kapan peserta didiknya belajar, topik apa yang
dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik
tertentu dipelajari ulang,
4.
mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan
soal-soal latihan setelah mempelajari topik tertentu, dan
5.
memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan
hasilnya kepada peserta didik.
Manfaat
E-learning menurut Pranoto, dkk (2009:309) adalah:
1. Penggunaan E-learning untuk menunjang pelaksanaan
proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa atas materi yang
diajarkan.
2.
Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
3.
Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
4.
Meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa.
5.
Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan.
6. Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan
perangkat teknologi informasi, dimana dengan perangkat biasa sulit dilakukan.
a.
Kelebihan
e-learning
Menyadari bahwa melalui internet
dapat ditemukan berbagai informasi yang dapat diakses secara mudah, kapan saja
dan dimana saja, maka pemanfaatan internet menjadi suatu kebutuhan. Bukan itu
saja, pengguna internet bisa berkomunikasi dengan pihak lain dengan cara yang
sangat mudah melalui teknik e-moderating yang tersedia di internet (Triluqman,
2007).
Dari berbagai pengalaman dan juga
dari berbagai informasi yang tersedia di literatur, memberikan petunjuk tentang
manfaat penggunaan internet, khususnya dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh,
kelebihan e-learning antara lain dapat disebutkan sebagai berikut (Triluqman,
2007):
1. Tersedianya fasilitas e-moderating dimana pendidik dan
peserta didik dapat berkomunikasi dengan mudah melalui fasilitas internet
secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan
tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.
2. Pendidik dan peserta didik dapat menggunakan bahan
ajar atau petunjuk belajar yang tersruktur dan terjadwal melalui internet,
sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar
dipelajari.
3. Peserta didik dapat belajar atau me-review bahan ajar
setiap saat dan dimana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di
komputer.
4.
Bila peserta didik memerlukan tambahan informasi yang
berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di
internet.
5. Baik pendidik maupun peserta didik dapat melaksanakan
diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak,
sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
6.
Berubahnya peran peserta didik dari yang biasanya
pasif menjadi aktif.
7. Relatif lebih efisien. Misalnya bagi yang mereka
tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekolah konvensional, bagi mereka yang
sibuk bekerja, bagi mereka yang bertugas di kapal, di luar negeri, dan
sebagainya.
b.
Kekurangan
e-learning
Walaupun demikian pemanfaatan
internet untuk pembelajaran atau e-learning juga tidak terlepas dari
berbagai kekurangan antara lain dapat disebutkan sebagai berikut (Triluqman,
2007):
1. Kurangnya interaksi antara pendidik dan peserta didik
bahkan antar-peserta didik itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa
memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar-mengajar.
2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek
sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis.
3.
Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah
pelatihan daripada pendidikan.
4.
Berubahnya peran pendidik dari yang semula menguasai
teknik pembelajaran konvensional.
5.
Peserta didik yang tidak mempunyai motivasi belajar
yang tinggi cenderung gagal.
6. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet
(mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun
komputer).
7.
Kurangnya penguasaan komputer.
J.
Filosofis e-learning
Menurut Cisco (dalam Suyanto,2005)
ada beberapa filosofis dari e-learning, yaitu:
1.
E-learning merupakan penyampaian informasi,
komunikasi, pendidikan, pelatihan, secara on-line.
2. E-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat
memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional,
kajian terhadap buku text, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga
dapat menjawab tantangan perkembangan globalosasi.
3. E-learning tidak berarti menggantikan model belajar
konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui
pengayaan isi dan pengembangan teknologi pendidikan.
4. Kapasitas siswa amat bervariasi tergantung pada bentuk
isi dan cara penyampaiannya. Semakin baik keselarasan antar isi dan alat
penyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas siswa yang pada
gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik.
K.
10
Universitas Terbaik di Indonesia yang menerapkan E-Learning
Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan No. 24 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan
Jarak Jauh oleh Perguruan Tinggi. Pendidikan Jarak jauh adalah Pendidikan yang
peserta didiknya terpisah dari pendidik dan kegiatan pembelajarannya
dilaksanakan dengan menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi
informasi, komunikasi dan media lain.
1.
UNIVERSITAS GAJAH MADA
Universitas Gajah Mada
telah mengembangkan "E-Learning system for academic community" yang
disebut Elisa. Program tersebut di pimpin oleh Koordinator E-learning Pusat
Pengembangan Pendidikan (P3) Universitas Gadjah Mada (UGM) Herman Saksono di
Yogyakarta. Program di akses untuk pembelajaran secara online dengan
mendownload bahan kuliah, berdiskusi, dan memberikan penugasan mahasiswa.
Program ini dikembangkan oleh Tim Inherent UGM dapat diakses oleh mahasiswa dan dosen,
http://i-elisa.ugm.ac.id/
Program ini dikembangkan oleh Tim Inherent UGM dapat diakses oleh mahasiswa dan dosen,
http://i-elisa.ugm.ac.id/
2.
INSTITUT TEKNOLOGI
BANDUNG
Institut Teknologi
Bandung telah mengembangkan portal kuliah online Portal tersebut dinamakan
"Blended Learning ITB". Sistem Blended Learning ITB adalah portal
pembelajaran berbasis ICT di ITB . Portal ini menyediakan konten digital bahan
pembelajaran yang digunakan oleh para dosen ITB untuk menyampaikan materi kuliahnya.
Ratusan bahan pembelajaran dari para dosen ITB tersebut tersedia dan dapat
diakses dari portal Blendedlearning ini. Proses pembelajaran Blended Learning
ITB, diawali di kelas pada masing-masing semester, kemudian dilanjutkan dengan
media Blended Learning ITB untuk pendalaman materi dan diskusi.
3.
UNIVERSITAS INDONESIA
Universitas Indonesia
"Computer Learning Resources" (CLR) telah mengembangkan sistem
Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) "Computer Mediated Learning" (CML) dan
"Student Centered E-Learning Environment". CML merupakan salah satu
E-Learning Management System untuk memediasi metode pembelajaran learner
centered khususnya metode Collaborative Learning (CL) dan Problem-based
Learning (PBL). "Student Centered E-Learning Environment" merupakan
pembelajaran online untuk mahasiswa.
Karakteristik e-Learning yang dapat diakses oleh pengguna (dosen maupun mahasiswa) dari mana saja (anywhere) dan kapan saja (anytime) sangat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara jarak jauh.
Karakteristik e-Learning yang dapat diakses oleh pengguna (dosen maupun mahasiswa) dari mana saja (anywhere) dan kapan saja (anytime) sangat menunjang penyelenggaraan pendidikan secara jarak jauh.
4.
UNIVERSITAS GUNADARMA
Universitas Gunadarma
telah mengembangkan E-Learning. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di
Universitas Gunadarma didukung oleh 9 unit kerja, di samping perangkat program
studi, yang secara struktural bertanggung jawab langsung kepada Rektor. Setiap
unit kerja dilengkapi dengan beberapa unit kerja yang lebih operasional.
Sebagian unit kerja berafiliasi dengan satu fakultas sedangkan yang lainnya
melayani kegiatan Universitas Gunadarma secara keseluruhan. Gambar di bawah ini
menunjukkan struktur organisasi Universitas Gunadarma. E-Learning diawas BAPSI (Biro
Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi) Gunadarma, dengan sub bagian
pengerjaan yaitu Pusat Pembelajaran Eletronis (ELC, e-Learning Center).
5.
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Universitas Brawijaya
E-Learning
6.
UNIVERSITAS DIPONEGORO
Universitas Diponegoro
telah mengembangkan sistem kuliah online dikenal "Kul-on". Digunakan
sebagai media pembantu materi pembelajaran, memberikan waktu yang fleksibel
untuk mahasiswa dan dosen dalam memenuhi kebutuhan kegiatan pembelajaran
terstruktur dan mandiri di luar tatap muka bagi mahasiswa.
7.
INSTITUT PERTANIAN
BOGOR
Institut Pertanian
Bogor E-Learning
8.
UNIVERSITAS TEKNOLOGI
SEPULUH NOPEMBER
Universitas Sebelas
Maret E-Learning. Idenya adalah dengan mengadakan virtual class sehingga semua
mahasiswa di lingkungan intern ataupun di seluruh wilayah yang ada di Indonesia
dapat mengikuti kuliah yang diselenggarakan di ITS. Penggagas virtual class di
ITS ini dilakukan oleh bidang satu. Pembantu rektor 1 dan jajarannya dan
Fakultas Teknologi Informasi ditunjuk sebagai unit untuk melakukan pengembangan
virtual class.
http://share.its.ac.id/
http://share.its.ac.id/
9.
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Universitas Padjadjaran
telah mengembangkan kuliah online "E-Learning Center" serta
E-Learning dengan fasilitas "Virtual Based Learning" (Vabel). Fasilitas
e-Learning dengan kekayaan modul kuliah online yang tersedia dapat semakin
membuka wawasan pengetahuan mahasiswa karena dapat mengakses materi kuliah
lintas disiplin. Sekaligus merupakan tantangan bagi para dosen untuk
menghasilkan materi ajar yang berkualitas karena tidak hanya bisa dinikmati
oleh mahasiswa di ruang kelas saja tetapi juga masyarakat umum.
10.
UNIVERSITAS AIRLANGGA
Universitas Airlangga
E-Learning dikenal dengan "Airlangga University e-Learning
Application" (AULA). Proses belajar-mengajar yang
dilaksanakan secara online melalui media internet dan intranet ini bertujuan
untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam penguasaan materi yang sedang
dipelajari dan memberikan pengalaman belajar dalam memanfaatkan media internet.
L.
Fasilitator
Pemberi Layanan E-Learning di Bandung
E-Learning PrivatBandung.Com adalah sistem
pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan media internet yang disediakan
oleh PrivatBandung.Com
dalam rangka memenuhi kegiatan belajar mengajar. PrivatBandung.Com memungkinkan
pembelajar untuk belajar melalui komputer atau gadget di tempat
masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/bimbingan
belajar.
Pembelajar
dapat belajar kapan saja dan dimana saja selama tersedia akses internet.
Perkembangan teknologi ICT (Information and Communications Technology) saat ini
sangat pesat. Namun penggunaan dalam kegiatan belajar mengajar oleh siswa
sangat minim sekali. Belum banyaknya fasilitas kegiatan belajar dan mengajar
di internet yang dapat digunakan oleh siswa serta belum terbiasanya siswa dalam
menggunakan internet sebagai media pembelajaran merupakan salah satu faktor
minimnya penggunaan internet sebagai media pembelajaran.
PrivatBandung.Com,
sesuai dengan visinya yang mengedepankan penggunaan teknologi IT, dalam
kegiatan belar mengajarnya memberikan fasilitas e-learning yang diberinama E-Learning
PrivatBandung.Com. Dengan dibuatnya E-Learning PrivatBandung.Com
ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam belajar mengajar serta
sebagai icon PrivatBandung.Com yang mengedepankan penggunaan IT dalam
kegiatan belajar mengajar. E-Learning PrivatBandung.Com dapat diakses di http://e-learning.privatbandung.com/.
M.
Fasilitator Pemberi Layanan E-Learning di UNPAD
Alamat: Center of e-Learning Unpad, Gedung Cisral Lantai 1 Jln. Dipati
Ukur No 46 Bandung
e-Learning
Unpad didirikan untuk menjembatani jarak, waktu, dan berbagai kondisi yang
dapat menghalangi kegiatan pembelajaran. Bukan hanya itu, di bawah naungan
Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M), e-Learning juga
hadir untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi sebagai upaya memaksimalkan
hasil belajar baik di lingkungan Universitas Padjadjaran, maupun bagi
masyarakat umum.
Dengan
memanfaatkan teknologi informasi yang semakin canggih dan berkembang diharapkan
transfer ilmu pengetahuan dapat dilakukan dengan mudahnya. Semoga e-Learning
dapat membawa solusi alternatif pencerdas kehidupan bangsa.
Kuliah
online dapat diakses melalui portal http://elearning.unpad.ac.id/. Bukan hanya
kuliah online, e-Learning memiliki berbagai layanan guna mengoptimalkan
kegiatan belajar mengajar, diantaranya:
Training
Services (Layanan Pelatihan)
Layanan pelatihan
kami dapat dilakukan baik secara in-house training maupun in-service training.
Beberapa pelatihan yang kami selenggarakan adalah:
·
Online Learning Management System
·
ICT
·
Desktop Applications
·
Networking
·
Multimedia
Online course
Development (Pembangunan Mata Kuliah OnLine)
E-Learning Unpad
membangun mata kuliah online yang dapat diakses oleh mahasiswa. Proses ini
dilakukan bersama para pendidik yang tentunya semakin sadar akan perlunya
alternatif pembelajaran ini. Prosesnya meliputi:
·
Course Designing
·
Digital Course Developing
·
Multimedia Developing
E-Learning
Consulting (Konsultasi e-Learning)
Beberapa saluran,
baik face to face maupun bermedia, telah kami buka untuk melayani berbagai
pertanyaan mengenai proses pembelajaran bermedia elektronik ini. Hal-hal
yang dapat dikonsultasikan diantaranya mengenai:
·
How To Design On Line Course
·
How To Create Good On Line Course
·
How To Design Content
·
On Line Course Management
·
Bussiness Developing
Research and
Development (Riset dan Pembangunan)
e-Learning tak
henti melakukan penelitian guna pengembangan fungsi lembaga ini kedepannya.
beberapa metode yang biasa kami lakukan adalah:
·
Knowledge Management Research Group
·
E-Learning Software Group
·
Content Repository Team
Sejak 2012, setiap
tahunnya, e-Learning bersinergi dengan berbagai komponen di Lembaga
Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unpad, berupaya
menghasilkan 100 mata kuliah yang online yang terintegrasi dalam program
“Penyusunan 100 Modul dan Bahan ajar Digital di Lingkungan Universitas
Padjadjaran”.
N.
Fasilitator
Pe,beri Layanan E-Learning terbaik di Indonesia
Website
ini telah dikenal banyak oleh para pelajar, mahasiswa, akademisi dan siapa saja
yang tertarik mempelajari ilmu komputer secara mandiri. Dalam komunitas ini
para anggotanya saling membagi pengetahuan yang dimiliki untuk kemajuan
pengetahuan di Indonesia.
Website
ini dikelola oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Departemen Komunikasi dan
Informatika. Biasa dimanfaatkan oleh para pegawai DEPKOMINFO untuk memperdalam
pengetahuan komputer mereka. Meski begitu web ini dapat diakses oleh siapa pun
yang memiliki minat memperdalam informasi.
Universitas
maya yang satu ini dikelola oleh Bapak Romi, beliau adalah pakar telematika
yang juga merupakan pendiri komunitas IlmuKomputer[dot]Com. Dalam website ini
Anda dapat menemui bahan-bahan kuliah yang ia ajarkan kepada para mahasiswanya
di berbagai kampus. Untuk memanfaatkan bahan-bahan kuliah yang tersedia, Anda
mesti melakukan proses registrasi terlebih dahulu.
Web
yang dikelola oleh Departemen Pendidikan Nasional yang satu ini juga saya
masukkan nih sebagai bagian dari penyedia E-learning. Sebabnya adalah melalui
web ini siswa-siswa tingkat SD hingga SLTA (SMU/SMK) tak perlu lagi membeli
buku-buku pelajaran yang mahal, cukup download saja. karena urusan copyright
(lisensi) sudah merupakan urusan pemerintah.
5.
http://www.ilmukomputer.com/
Ini
merupakan sebuah komunitas e-learning yang membagi literatur dan materi
kuliah secara bebas dan gratis di bidang Computing alias ilmu
komputer dan teknologi informasi dalam bahasa Indonesia.
Situs
ini juga menyediakan Konsultasi Online gratis melalui Yahoo Messenger bagi user
yang mengalami kesulitan mengikuti berbagai fitur dalam situs tersebut. Tapi
sayang situs ini kurang memfasilitasi user agar dapat berinteraksi satu sala
lain dengan mudah.
6.
http://www.pesonaedu.com/
Situs
ini merupakan situs e-learning yang hanya menyajikan pelajaran matematika
dan sains saja, namun setiap penjelasannya akan disertakan gambar animasi
yang menarik dan jauh lebih mudah dengan ini.
Setiap
penjelasan dipaparkan dengan tidak begitu melampirkan panjang tulisan. Ini
mungkin membuat sebagian penggunanya merasa kesulitan, ditambah lagi dengan
materi yang disajikan hanya 2 mata pelajaran saja.
7.
http://www.fisikanet.lipi.go.id/
Situs
ini juga hanya membahas 1 mata pelajaran saja yaitu fisika. Disini kamu bisa mencari
berbagai permasalahan mengenai fisika, materi, latihan soal, sejarah dan ruang
diskusi seputar mencari penyelesaian mengenai pelajaran fisika. Disini juga kamu
bisa mendapatkan informasi tentang beasiswa jurusan fisika dalam dan luar
negeri dan seputar berita seminar bahkan olimpiade fisika.
8.
http://www.geschool.net/
Situs
ini tidak hanya menyediakan materi-materi yang standar, tapi bahkan bisa jauh
lebih luas. Dengan tampilan yang menarik dan jaringannya yang cepat, geschool
tengah menjadikan e-learning jauh lebih menyenangkan, selain itu geschool juga
memiliki fasilitas notes dan blog yang dapat diakses secara internal.
9.
http://www.goesmart.com/
Ini
merupakan sebuah portal jejaring sosial pendidikan khusus bagi pelajar,
mahasiswa dan pengajar. Goesmart memiliki fungsi sama persis seperti
facebook, yang mana di dalamnya kamu bisa berteman dengan siapa saja, update
status, upload foto dan materi pembelajaran bahkan kamu bisa membuka kelas
diskusi kamu sendiri serta membuat soal sendiri…Berbagi di goesmart.com ini
begitu terasa menyenangkan saat kamu memberi mereka ilmu pengetahuan dengan
gratis.
SUMBER :



0 komentar:
Posting Komentar